Wabup Gamalis Ungkap Dampak Karhutla tak Sekadar Kerusakan Lahan, Deputi Utusan Khusus Presiden Bawa Bantuan untuk Pulihkan Penghidupan Warga Kampung Merasa

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau tidak hanya meninggalkan asap dan kerusakan lingkungan. Bagi masyarakat Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, kebakaran juga menyentuh persoalan yang lebih mendasar, terganggunya sumber penghidupan keluarga petani.

 

Tanaman dan lahan yang selama ini menjadi aset produktif warga ikut terdampak. Kondisi tersebut membuat pemulihan masyarakat tidak cukup hanya dengan menangani dampak kebakaran, tetapi juga membutuhkan dukungan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas ekonominya.

 

Persoalan itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau melalui penyaluran bantuan dana yang di serahkan Wakil Bupati, Gamalis, senilai Rp500 juta kepada 50 kepala keluarga (KK) terdampak karhutla di Kampung Merasa, Rabu (9/9/2026).

 

Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang diinisiasi Raffi Ahmad bersama sejumlah host dalam rangka peringatan ulang tahun SCTV.

 

Dana kemudian disalurkan kepada masyarakat yang terdampak langsung, terutama petani yang mengalami kerugian akibat Karhutla. Bagi Pemkab Berau, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penyangga bagi masyarakat selama menghadapi masa pemulihan.

 

Wakil Bupati Berau Gamalis mengapresiasi seluruh pihak yang ikut memberikan perhatian kepada masyarakat Kampung Merasa.

 

“Atas nama Pemkab Berau, kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini sedikit mengurangi beban masyarakat yang terdampak karhutla,” ujar Gamalis.

 

Gamalis menilai dampak Karhutla yang dirasakan masyarakat tidak berhenti pada persoalan lingkungan. Kebakaran juga berpengaruh terhadap aset produktif yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

 

Di Kampung Merasa, tanaman kakao dan kelapa sawit merupakan bagian dari sumber mata pencaharian warga. Ketika aset tersebut terdampak, aktivitas ekonomi keluarga pun ikut terganggu. Karena itu, menurut Gamalis, bantuan kepada masyarakat menjadi penting untuk membantu warga melewati masa sulit sekaligus mendukung proses pemulihan.

 

Ia berharap bantuan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan secara bijak, baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun menunjang kehidupan warga setelah terdampak karhutla.

 

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu masyarakat, khususnya di Kampung Merasa,” katanya.

 

Sementara itu, Deputi Utusan Khusus Presiden Prio Bagja menjelaskan, bantuan Rp500 juta tersebut berasal dari hasil penggalangan dana yang diinisiasi Raffi Ahmad bersama sejumlah host dalam rangka ulang tahun SCTV.

 

Menurut Prio, bantuan tersebut kemudian diarahkan kepada masyarakat yang mengalami dampak langsung akibat karhutla. Salah satu kelompok yang menjadi sasaran adalah petani kakao di Kampung Merasa.

 

“Hari ini langsung kami berikan kepada warga terdampak, khususnya petani kakao,” kata Prio.

 

Sebanyak 50 KK menjadi penerima bantuan. Penyaluran dilakukan secara langsung dengan harapan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang tengah menghadapi dampak karhutla. Prio berharap bantuan tersebut setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima selama masa pemulihan.

 

“Semoga bisa membantu kehidupan mereka untuk satu hingga dua bulan ke depan,” ujarnya.

 

Sespimmen Polri Angkatan 67 Tambahkan Sembako dan Peralatan Pertanian Dukungan kepada masyarakat Kampung Merasa tidak berhenti pada bantuan tunai. Peserta Sespimmen Polri Angkatan 67 turut memberikan bantuan tambahan berupa paket sembako dan peralatan pertanian kepada warga terdampak.

 

Bantuan tambahan tersebut juga disiapkan untuk 50 penerima. Sementara peralatan pertanian tertentu akan dititipkan kepada kelompok tani di Kampung Merasa sehingga dapat dimanfaatkan secara bersama-sama.

 

Kehadiran bantuan peralatan pertanian dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut. Sebab, pemulihan warga terdampak karhutla bukan hanya soal bagaimana memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam jangka pendek. Masyarakat juga membutuhkan dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas yang menghasilkan pendapatan.

 

Prio mengatakan bantuan yang diberikan memang diarahkan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan dukungan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki sarana untuk kembali beraktivitas. “Bukan hanya bantuan tunai, ada sembako dan alat pertanian untuk membantu mereka kembali beraktivitas,” tutup Prio.

 

Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat Kampung Merasa menjadi bagian dari respons bersama terhadap dampak karhutla. Bagi warga yang menggantungkan hidup dari pertanian, berakhirnya kebakaran bukan berarti persoalan selesai. Pemulihan lahan, aset produktif, hingga keberlangsungan ekonomi keluarga tetap menjadi pekerjaan lanjutan.

 

Karena itu, sinergi antara Pemkab Berau, unsur Utusan Khusus Presiden, masyarakat, pihak swasta, Raffi Ahmad bersama para host, serta Sespimmen Polri Angkatan 67 menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan.

Harapannya, dukungan tersebut tidak hanya meringankan beban warga hari ini, tetapi juga membantu petani Kampung Merasa kembali menata sumber penghidupan mereka setelah terdampak karhutla. (sep/FN/Advertorial)